Sabtu, 02 Agustus 2008

Dimuat di Koran Pak Oles, 16 Juni 2008 ::Resensi Buku FILSAFAT CINTA Nurani Soyomukti::

Menggugat Komersialisasi Cinta

Oleh: Ahmad Zaenurrofik, Peneliti di CSSR (Center for Social Science and Religion) Surabaya; sedang menyusun tesis di Program Master Hukum di Universitas Negeri Jember


Judul Buku: ”Memahami Filsafat Cinta”
Penulis: Nurani Soyomukti
Penerbit: Prestasi Pustaka, Surabaya
Cetakan: Pertama, Juni 2008
Tebal: xi + 186 halaman


Seorang pemikir Mazh
ab Frankfurt Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul “The Art Of Loving” menegaskan pentingnya relevansi Cinta untuk menjadi solusi bagi masyarakat kapitalis modern yang telah terdisintegrasi oleh ketimpangan sosial. Bagi Fromm, disintegrasi itu adalah cerminan dari eksistensi manusia yang tidak dapat mengatasi keterpisahan (separateness) ketika cinta itu sendiri tidak mungkin dibahas tanpa menganalisa eksistensi manusia itu sendiri. Menurut Fromm, ”teori apapun tentang cinta harus mulai dengan teori tentang manusia, tentang eksistensi manusia”.

Peradaban yang baik ditentukan oleh hubungan manusia yang dihiasi dengan penuh perhatian (mutual understanding) dan penghormatan. Fromm, misalnya, memberikan contoh mengenai hubungan dua orang yang sedang jatuh cinta. Tentunya mereka berdua saling memperhatikan. Dan cinta mereka bisa menyatukan individu dalam sebuah integrasi sosial. Cinta tidak membedakan ras, suku bangsa, agama, dan kelas sosial karena cinta membuat segalanya menjadi mungkin.

Cinta adalah jawaban bagi problem eksistensi manusia yang berasal secara alamiah dari kebutuhan untuk mengatasi keterpisahan dan “meninggalkan penjara kesepian”. Tetapi penyatuan dalam cinta melebihi suatu simbiosis karena “cinta yang dewasa adalah penyatuan di dalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang”. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan “yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya”.

Sayangnya Cinta di era kapitalisme sekarang hanya menjadi barang dagangan (komoditas). Begitu banyaknya kisah cinta kacangan diumbar dalam lagu-lagu, sinetron, dan lain-lainnya. Karenanya komersialisasi Cinta semacam itu justru menunjukkan bahwa kata cinta dan prakteknya dalam hubungan sosial mengalami degradasi.

Atas kondisi semacam itulah buku ”Memahami Filsafat Cinta” ini keluar dari hati ”nurani” penulisnya, Nurani Soyomukti, seorang psikoanalis kebudayaan yang selalu konsisten menggugat budaya kapitalis dalam setiap tulisan-tulisannya. Begitu ”PD” (percaya diri) Si Penulis, ketika ia membuka buku ini dengan kalimat pembuka: ”Buku ini tak layak dibaca oleh mereka yang tak percaya pada Cinta” (hlm. 1).

Ternyata uraian di dalam buku ini juga sepadan dengan pernyataan itu. Penulis sepakat dengan Fromm bahwa cinta adalah maalah eksistensi manusia yang dibentuk oleh kondisi sosial. Cinta hanya akan dapat dijelaskan dengan menganalisa manusia dan menelisik bagaimana hubungan sosial dibangun. Dengan memanfaatkan pemikiran Karl Marx dalam ”Manuskrip Ekonomi dan Filsafat”, Nurani begitu tegas menyatakan bahwa kepalsuan Cinta berawal dari alienasi (keterasingan) manusia dalam berhubungan. Tentu saja, dari pandangan maerialisme dialektis, keterasingan itu dapat dijelaskan secara objektif dari hubungan produksi kapitalis yang menindas dan menyengsarakan. Cinta pada akhirnya menjadi seruan moral dari para orang-orang munafik agar yang kaya membantu yang miskin tanpa mempertimbangkan bagaimana kekayaan yang didapat sesungguhnya diperoleh dari hubungan eksploitatif yang dilakukan terhadap orang-orang kaya.

Itulah yang menjadikan buku ini tak lebih dari tulisan-tulisan filosofis Marx yang dibahasakan dengan cara bertutur seorang Nurani. Terus terang belum banyak orang yang memahami arti filsafat Marx, karena Marx selama ini lebih banyak dianggap sebagai ’penjahat” hanya karena praktek diktatorisme komunis di beberapa negara—yang tentu saja lepas dari kesalahan Marx dan banyak faktor yang perlu dijelaskan, terutama karena serangan kapitalis dan deligitimasinya (’black-propaganda’) terhadap sosialisme-komunisme yang cukup berhasil.

Hanya sedikit yang tahu bagaimana Marx sesungguhnya seorang yang humanis dan romantis, serta konsisten dalam perjuangan kemanusiaan. Sebagaimana kita tahu dari buku ini yang banyak mngutip Marx, dalam filsafatnya ternyata banyak uraian Marx yang berbicara maalah Cinta dan kepercayaan yang bisa dibangun oleh manusia. Cita-cita Marx adalah: ”… Kemudian cinta hanya dapat ditukar dengan cinta, kepercayaan dengan kepercayaan..” (hlm. 22).

Tentu cita-cita akan datangnya cinta sejati dalam hubungan social dianggap oleh penulis akan terjadi jika kapitalisme dapa dihancurkan dan tatanan demokratis telah muncul. Buktinya, kapitalismelah yang begitu agresif menggelorakan cinta hanya sebagai ilusi, hanya “sebagai kata-kata, bukan tindakan konkrit”.

Lihat saja, beberapa waktu lalu demam film “Ayat-Ayat Cinta” (AAC) menunjukkan bahwa kata “Cinta” benar-benar masih menjadi magnet bagi banyak orang, terutama remaja dan kaum muda. Tetapi sudahkah mereka memahami filsafat Cinta itu sendiri ataukah mereka hanya menjalani hubungan cinta yang dangkal dan tidak menunjukkan hakekat kemanusiaan itu sendiri.

Cinta bukanlah kata-kata, tetapi adalah tindakan konkrit yang diejawantahkan dalam kehidupan nyata. Demikianlah, buku ini adalah risalah Cinta yang sangat penting: renungan seorang filsuf muda yang telah menghasilkan berbagai karya (buku dan catatan-catatan budaya), Nurani Soyomukti.

Dengan menawarkan konsep Cinta yang akan membawa Anda pada pemahaman tentang cinta tang mendalam dan bermakna dalam hubungan antar manusia, buku ini menawarkan universalisasi hubungan Cinta. Lebih dari sekedar buku yang memberikan kiat-kiat membangun hubungan cinta eksklusif (pacaran dan pernikahan), buku ini mengkonstruksi sebuah pemahaman yang sangat utuh dan reflektif.

Membaca uraian kata-kata yang mencerahkan tetapi dikemas dengan bahasa yang tidak terlalu berat ini, memang akan membuat kita menemukan hal-hal baru yang disampaikan secara sentimental oleh Nurani. Maka inilah buku filsafat Cinta yang akan membawa kita pada pemahaman komprehensif tentang Cinta dan kisah kasih yang Anda jalin dalam kehidupan ini. Reflektif, humanis, enlighten, dan kaya akan landasan teoritik... Inilah ‘Ayat-Ayat Cinta Universal’ itu! []

:: Resensi Buku Saya "CINA: NAGA RAKSASA ASIA"::

Sang Naga Raksasa Baru Dunia

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)
http://ahmadmakki.wordpress.com/2008/07/26/sang-naga-raksasa-baru-dunia/

Judul : China Naga Raksasa Asia (Rahasia Sukses China Menguasai Dunia)
Penulis : A. Zaenurrorik
Penerbit : Garasi - Yogyakarta
Cetakan I : Juni - 2008
Tebal : 180 halaman

Tidak diragukan lagi, sebuah peradaban yang hingga kini kian menunjukk
an kejayaannya adalah negeri tirai bambu. Dengan penduduknya yang mencapai 1,3 milyar orang, China sudah berkembang pesat dan besar bahkan mengilhami peradaban-peradaban lain di jagat dunia ini. Lebih dari itu, kejayaan dan kemajuan perabadan China sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu kala dan berlangsung hingga sekarang.

China hari ini di sebut pula sebagai salah satu macan Asia yang sangat disengani di segala bidang. Mulai dari ekonomi, budaya, peadaban, ilmu pengetahuan dan teknologi hingga kepada sistem pertahanannya. Tidak luput juga pada bidang olahraga. Dimana tahun ini, China menjadi penyelenggara Olimpiade 2008 di Beijing.

Dalam tahun-tahun belakangan, kebangkitan China atau tepatnya pada bidang perekonomian di era globalisasi dan pasar bebas berkembang cepat dengan berasaskan ideologi khasnya yang disebut liberalisme-sosialisme. Seakan benar-benar telah mengguncang sendi-sendi kehidupan seluruh pelosok di dunia ini termasuk Indonesia.

Awalnya sebenarnya negeri Indonesialah yang diprediksikan lebih awal akan muncul sebagai macam Asia. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan adanya kebangkitan spektakuler bangsa ini. India bersama China malah jauh meninggalkan Indonesia yang kian terperosok bahkan kedua negera tersebut lebih dulu telah menunjukkan kekuatan barunya di kawasan Asia bahkan di dunia sekalipun.

Padahal China adalah suatu negara yang sangat besar dan pernah terseok-seok oleh kemiskinan dan ideologi Komunis-Sosialis. Hanya dalam waktu yang terhitung cukup singkat, ribuan perusahaan di Eropa, Asia, dan Amerika menjadi korban serbuan perdagangan China. Saat ini, China disinyalir tumbuh tiga kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Kebangkitan sang naga itu sendiri tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Butuh perjalanan panjang bagi China untuk menggapai itu semua sehingga kini tengah menjadi macan Asia.

China modern telah memberikan sebuah penampakannya yang sangat mengagumkan dan memesona. Menggambarkan keberhasilan akan kebijakan modernisasi dan reformasi ekonomi dan perdagangan secara ekstensif sejak tahun 1978. Menghasilkan banyak perubahan di seluruh wilayah negara Republik Rakyat China (RRC) mulai dari pesisir timur sampai ke ujung barat, dari kawasan selatan yang padat penduduknya sampai ke utara yang dingin hawanya.
Karena itu, tidak heran jika fenomena baru kebangkinan China saat ini begitu menarik banyak perhatian orang dari segala penjuru dunia. Para pebisnis, pengamat ekonomi, jurnalis, dan siapa pun yang ingin memahami secara lengkap fenomena kebangkitan ekonomi China dan dampak-dampak internasionalnya di berbagai bidang.

Buku dengan judul “China Naga Raksasa Asia (Rahasia Sukses China Menguasai Dunia)” menggambarkan betapa kemampuan bertahan karena para penduduknya, China dapat membangun suatu peradaban yang praktis sehingga tidak mudah tergoyahkan apalagi hancur. Penulis buku ini, A. Zaenurrofik, dengan bahasanya yang ringan, sederhana dan ringkas namun kuat dalam analisisnya, ternyata mampu mengungkapkan sekilas rahasia kekuatan China selama ini. Perkembangan peradaban yang berkemajuan sejak ribuah tahun sebelum masehi yang silam hingga di zaman mutkahir sekarang ini.

Lantaran peradabannya yang sangat tinggi itulah buku ini hadir sebagai media acuan, pemahaman, pembelajaran dan juga pengayaan intelektual bagi para pembacanya yang hidup di zaman ini. Singkatnya, dibanding buku-buku yang sejenis, buku ini tidak dapat dikesampingkan begitu saja untuk dijadiran referensi kemajuan China. Utamanya bagi perjalanan bangsa kita ini selanjutnya ke depan. Belajar dari negeri sanga naga yang kini menjadi raksasa baru dunia.

Tidak dapat dipungkiri lagi, China saat ini sudah mulai merongrong dominasi Barat dan tengah bersiap-siap untuk menjadi negara digdaya yang melampui negara-negara Barat bahkan Amerika Serikat sekalipun.Meskipun teramat panjang dan melelahkan untuk diikuti secara detail, namun ini adalah sebuah buku yang luar biasa. Buku yang membahas tentang kemajuan peradaban China agar nantinya dapat dijadikan spirit baru bagi kemajuan perabadan bangsa-bangsa lain termasuk negeri ini, Indonesia.

Dimana China kini tengah menapaki berbagai pembaharuan dan kemoderenan. Namun, tidak sama sekali melepaskan ikatan terhadap nilai-nilai tradisionalnya dibalik gegap gempitanya kebudayaan dunia yang masuk ke dalam peradabannya sendiri. Keberhasilah dan kejayaan China bukan hanya kemengangan bagi rakyat China semata, tapi sudah menjadi peradaban dunia yang patut diapresiasi dan menjadi sebuah inspirasi. Semoga!

*) Ahmad Makki HasanMahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.